Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Sunday, February 27, 2011

Terjadi Juga Yang Aku Resahkan

Ketika Wikileaks pertama kali muncul hingga saat ini, saya belum banyak berkomentar mengenai Wikileaks. Mungkin inilah saatnya saya berkomentar.

Ketika Wikileaks muncul, saya memperkirakan akan terjadi pemberontakan atau setidaknya demo besar-besaran di negara-negara kecil kepada kepala pemerintahnya. Kalau hal itu terjadi bergantian, mungkin tidak begitu menjadi masalah. Tapi bagaimana kalau yang terjadi bersamaan dan pada negara-negara Islam? Umat Islam akan beanr-benar menjadi seperti buih. Keresahan ini tentu sudah saya ceritakan pada teman-teman, apalagi kebanyakan umat Islam saat ini begitu mudah menerima berita tanpa tabayyun.

Saya tidak pro pada pemimpin pemerintahan negara-negara tersebut. Hanya saja, saya tidak ingin kejadian seperti ini terjadi secara bersamaan sehingga umat Islam benar-benar seperti buih. Saya merasa, Wikileaks juga sebenarnya sebuah setting, entah darimana. Tapi yang jelas, hingga saat ini, dalam Wikileaks, hanya dua negara yang bocorannya menurut saya tidak menjadikan rakyat negara tersebut berontak terhadap pemimpinnya. Yakni AS dan Bani Is-ra-il.

Hal inilah yang menjadikan keresahan hati saya muncul, dan pada saat itu memperkirakan kejadian demo besar-besaran ini terjadi hampir di seluruh dunia. Perlu diketahui, selain negara-negara Timur Tengah, beberapa negara Afrika dan juga Eropa (misal: Yunani) juga mulai bergejolak.

Pada saat itu, saya memperkirakan hampir semuanya akan bergejolak, kecuali 2 negara di atas. Semoga keresahan saya salah. Jika benar, saya hanya berdo'a:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

Tuesday, January 4, 2011

Ujian Coding

Kalau ditanya, ujian model apa yang tidak saya suka. Salah satunya adalah ujian membuat program yang dilakukan di atas kertas.

Bagi yang mengerjakan soal, membuat sebuah program di atas kertas, kemungkinan besar menyebabkan kesalahan. Selain itu, manual pemrograman itu sangat tebal serta susah dihafalkan.

Bagi yang memeriksa hasil ujian, hal itu sangat melelahkan, karena harus memahami logika yang mengerjakan, yang kemungkinan hasilnya sama tapi tekniknya berbeda, selain itu harus toleransi terhadap kesalahan yang tidak terlalu besar, semisal lupa mengasih tanda titik-koma.

Wednesday, October 20, 2010

Hima Dalam Perspektif Lokasi Ruang Sekretariat


Berikut ini opini saya mengenai Himpunan Mahasiswa (Hima) di lingkungan kampus dalam perspektif penempatan lokasi ruang sekretariat Hima.

Ada dua model yang selama ini saya lihat, yakni versi terkumpul menjadi satu dalam satu gedung. Versi kedua, disediakan ruangan di dekat ruangan kantor jurusan dari Hima tersebut.

Hima di ruang yang berada dalam satu gedung, mempunyai kelebihan, mereka tidak gampang tawuran. :D Ya maklumlah, sudah saling kenal, buat apa tawuran. Tapi kekurangannya, mereka terpisah oleh jurusan, sehingga seringkali program-program Hima dan jurusan tidak sinkron. Bahkan mungkin bertentangan dengan jurusan.

Sebaliknya, penempatan ruang sekretariat Hima di dekat jurusan, menjadikan jurusan dan Hima mempunyai sinergi yang kuat, tapi kekurangannya, akan sering terjadi tawuran antar mahasiswa beda jurusan.

Kira-kira ada model yang lain tidak ya yang menjembatani kedua model tersebut?

Saturday, June 5, 2010

Pola Pengajuan Judul Skripsi Mahasiswa

Beberapa kali mengikuti ujian pengajuan judul skripsi, saya jadi memahami pola pikir mahasiswa dalam mengajukan judul, dan yang jelas, itu pola pikir yang kurang tepat. Pola pikir yang bagaimana sih yang saya maksud?

Pola pikir di mana mahasiswa masih berpikir bahwa suatu judul diterima karena teknologinya, bukan metodenya. Sebagai misal, sepekan yang lalu, saya dan beberapa rekan dosen meluluskan seorang mahasiswi yang mengajukan tema judul simulasi gunung meletus dengan menggunakan VRML.

Apa yang ditangkap oleh teman-temannya yang lain yang juga ingin segera mengajukan judul? Bahwa skripsi dengan VRML pasti akan diterima. Sehingga kemarin, ketika ada pengujian judul skripsi, setidaknya ada dua mahasiswa yang mengajukan judul VRML, namun dengan kualitas bobot yang kurang layak dijadikan skripsi. Ini yang saya katakan pola pikir yang kurang tepat.

Yang menjadikan para dosen menerima judul yang pertama karena hitungan yang kompleks dalam sebuah simulasi gunung meletus. Sedang dua judul kemarin, alih-alih simulasi, lebih merupakan video tutorial. Sebuah salah paham yang kaprah yang harus diluruskan.

Jadi, kalau anda sebagai seorang mahasiswa ingin mengajukan judul, perlu diketahui, bukan bahasa pemrogramannya yang menjadikan sebuah judul diterima, tapi teknik didalamnya. Hal ini jugalah yang sering saya jelaskan di sela-sela kuliah saya.

Friday, May 21, 2010

Sensus Setengah Hati

Sekitar 2 minggu lalu saya baru disensus. Tentu saja ini pertama kalinya saya ikutan sensus, sebelumnya ikut orang tua. Jujur, saya penasaran akan apa yang ditanyakan pada sensus tersebut. Ternyata, yang ditanyakan, menurut saya, jauh lebih lengkap datanya kartu Keluarga (KK). Dan ada pertanyaan yang menurut saya jawaban yang disediakan kurang lengkap. Satu diantaranya status rumah tinggal, apakah sudah sertifikat ataukah masih surat hijau, satunya lupa. Tentu saja saya jawab, ini masih kontrakan, bukan rumah sendiri. :D Kalau kost gimana ya? Selain itu, bagi saya, data kartu keluarga lebih lengkap, bahkan ada data tingkat pendidikannya.

Jadi bertanya, hasil sensus nanti bermanfaat atau tidak ya kalau seperti ini?

Thursday, March 25, 2010

Ujian Nasional, Antara Ada dan Tiada


Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Senin, 23 Maret kemarin, ujian nasional untuk tingkat SMA dimulai. Banyak sekali pro dan kontra mengenai keberadaan ujian nasional. Saya sendiri termasuk yang pro ujian nasional. Namun, saya mengakui, memang ujian nasional ini sendiri hanya menilai sebagian kecil sisi dari seorang siswa. Namun, di sisi lain, penilaian untuk sisi lain, sangat rawan untuk dicurangi. Sebagai contoh, katakanlah kita mau menilai keahlian siswa dalam melukis, standart apa yang digunakan untuk mengatakan lukisan siswa tersebut bagus?

Ada beberapa solusi yang saya kira bisa dilakukan untuk menjembatani ketimpangan ini, pertama, soal yang digunakan tetap sama, namun, standart kelulusan berbeda untuk tiap wilayah. Sebagai misal, standart kelulusan matematika untuk pulau jawa 5, tapi untuk sumatera 4.

Ada solusi yang lain, yang bisa dikatakan malah lebih ekstrim, yakni, biarkan standart kelulusan diberikan oleh sekolah, tapi nilai pelajaran dalam unas tetap muncul apa adanya. Jadi berbeda dengan standart kelulusan sebelumnya, yang sebagian masih diatur pemerintah, standart ini dilepas, tapi yang berhak memberikan nilai adalah dari Departemen Pendidikan Nasional.

Bagaimana menurut anda? Punya solusi lain?

Saturday, March 13, 2010

Lanjutkan Kerja Ataukah Selesaikan TA?


Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Lanjutkan Kerja Ataukah Selesaikan TA?

Pertanyaan ini diajukan kepada saya oleh Pak Amin kemarin. Sepertinya kasus umum, dimana mahasiswa semester akhir sudah mendapatkan pekerjaan, dan sudah merasa nyaman. Dalam hal ini, saya tidak memberikan jawaban langsung, tapi balas memberikan pertanyaan-pertanyaan balik.

Berikut pertanyaan-pertanyaan balik yang saya ajukan.
  1. Baguskah pernyataan, buat apa kuliah, SD saja bisa kaya?
  2. Berapa orang yang bisa menemukan pekerjaan dan mempertahankan pekerjaan antara yang lulus SMA dengan yang lulus kuliah?
  3. Pengalaman memang lebih penting, tapi seleksi awal masuk sebuah pekerjaan ternyata lebih mementingkan gelar, jadi benarkah yang satu lebih penting daripada yang lain?
  4. Manakah yang kamu pilih, berhenti bekerja sebentar sekitar selama 4 bulan untuk menyelesaikan TA, atau bekerja, dan apabila nanti diminta ada gelar, kuliah lagi selama 4 tahun, yang nanti akhirnya bertemu lagi dengan TA selama 4-6 bulan? Apakah kamu ingin membeli gelar seperti yang dilakukan oleh beberapa anggota DPR beberapa waktu yang lalu ataukah kuliah lagi?


Jalan manakah yang kamu pilih?

Thursday, March 11, 2010

Pak MAR Kembali ke PP Muhammadiyah



Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Ramai-ramai mengenai kembalinya Pak Amien Rais ke PP Muhammadiyah. Ada berbagai opini yang merebak. Ada yang bilang Pak Amien ingin kembali ke PP Muhammadiyah karena ingin menyelamatkan PAN. Sehingga seorang aktivis PW Pemuda Muhammadiyah Jatim pun perlu berteriak.

Bagi saya, mungkin saja Pak Amien melakukan itu untuk PAN, tapi perlu juga diperhatikan opini yang lain, bahwa Pak Amien kembali ke PP Muhammadiyah karena jengkel dengan PAN.

Apapun alasannya, karena hanya ALLOH yang tahu alasan sebenarnya, saya tidak setuju pembahasan masalah Pak Amien kembali ke PP Muhammadiyah dilandasi dengan sikap mempertanyakan niat beliau. Namun, saya setuju dengan sebuah opini bahwa kembalinya Pak Amien ke PP Muhammadiyah bisa mempengaruhi kaderisasi di level bawah.

Namun, bagaimanapun, kembalinya Pak Amien harus disambut dengan baik. Dan bukankah menjadi ketua PP Muhammadiyah itu kolektif kolegial, tidak seperti ketua PP Pemuda Muhammadiyah. Hanya media massa saja yang kahir-akhir ini membesar-besarkan bahwa ketua PP Muhammadiyah itu cuma satu, padahal jumlahnya 13, suatu angka yang dianggap sial bagi beberapa orang. Selain itu, tidak ada larangan, seorang mantan ketua parpol kembali ke Muhammadiyah.

Oh iya, saya pendukung beratnya Pak Yunahar Ilyas, Pak Haedar Nashir dan Pak Agung Danarta. Jadi kalau disuruh ikutan memilih ketua PP Muhammadiyah, masih harus cari 10 lagi. :D Juga saya bukan orang partai politik.

Friday, February 19, 2010

Walikota Yang Tegas


Tri Risma Harini, Wisnu Wardhana, dan Saleh Mukaddar. Itulah 3 diantara beberapa calon walikota Surabaya yang ingin menggaet Bambang DH sebagai Calon Wakil Walikota. Banyak juga ternyata yang tertarik dengan Pak Bambang.

Ada beberapa catatan yang saya ingat mengenai Pak Bambang ini, terutama dalam ketegasan dan keberanian melindungi kebijakan yang dibuat bawahannya.

Pertama mengenai Persebaya. Ketika Pak Bambang DH menjabat, saya ingat, ketika beliau awal menjabat, kebijakan pertama yang beliau lakukan adalah memotong anggaran Pemkot untuk Persebaya. Itulah awal saya tercengang dengan kebijakannya. Hal itu mengakibatkan beliau di demo oleh Bonek. Tapi saya acungkan jempol untuk keberanian beliau ini, nyatanya, dananya beliau alokasikan benar-benar untuk membangun Surabaya. Surabaya kan bukan hanya Persebaya, bukan begitu Pak Saleh?

Kedua, keberanian beliau untuk melindungi kebijakan bawahannya. Mungkin banyak yang mendukung Bu Tri Risma yang Ketua Dinas Badan Perencanaan Kota, karena beliau dianggap berhasil menghijaukan kembali Surabaya. Tapi pertanyaannya, ketika membuat hijau Surabaya, berapa banyak pedagang kaki lima yang direlokasi? Dan siapa yang menjawab masalah relokasi ini, beserta demo besar-besaran dari para pedagang? Ini juga keberanian beliau. Kalau berani, harusnya Bu Tris Risma juga harus berani mengatakan bahwa beliau juga turut andil dalam kebijakan pedagang kaki lima. Tapi jelas, dalam kampanye Bu Tri Risma, beliau tidak berani menyebutkan ini. Toh, Pak Bambang sudah mengambil alih tanggung jawab tersebut.

Ketiga, beliau sering tidak malu untuk langsung menegur anak buahnya bahkan anak buah kontraktor sebuah pekerjaan yang dianggap melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. Saya sering mendengar cerita dari kawan yang dekat dengan beliau, salah satunya beliau pernah langsung turun dari mobil untuk menegur anak buah kontraktor yang melakukan kesalahan pekerjaan ketika hal ini terlihat dari mobilnya. Jadi, alih-alih beliau kembali dulu ke kantor dan memarahi anak buahnya di ruang ber-AC, beliau langsung bergerak di lapangan.

Kalau mau lihat hasil karya beliau di Surabaya, saya cuma bisa bilang, cukuplah dengan melihat banjir di Surabaya yang mulai banyak berkurang. Saya jadi berfikir, andaikan beliau ditugaskan jadi walikota di tempat lain yang lebih tinggi di mana persepakbolaannya juga sangat terkenal di Indonesia dan masih berada di Jawa Timur juga, tapi nyatanya banjir. Heran, dataran tinggi kok banjir. Jelas yang gak becus walikotanya, meskipun sama-sama dari PDI-P.


Oleh:
Ali Sofyan Kholimi

Tuesday, March 10, 2009

Jangan Paksakan Orang Indonesia Membaca Buku!

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Mengapa ya, orang Indonesia itu malas membaca buku dan suka menonton televisi? Itu yang sering diutarakan oleh beberapa kaum suci kutu buku. Mereka menganggap orang-orang yang tidak suka membaca buku dan suka menonton televisi itu sebagai pendosa. Para pendosa yang melanggar agama kutu buku, agama yang mengganggap televisi sebagai satu-satunya sumber kerusakan. Lupakah kita bahwa tidak sedikit buku yang memuat hal-hal yang tidak bermanfaat?

Saturday, February 2, 2008

Beda Laki-laki dan Perempuan Dalam Mencari Jodoh

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Pernah lihat kolom kontak jodoh di koran-koran. Yang menarik perhatian saya adalah bahwa jumlah perempuan yang mencari lebih banyak daripada laki-laki yang mencari.

Mengenai ini, berdasarkan pengalaman saya, mungkin disebabkan beberapa hal. Ingat, hanya berdasarkan pengalaman saya.

Pertama, dari pihak laki-laki. Laki-laki, menurut saya, cenderung mencari perempuan yang kurang lebih 3-5 tahun lebih muda. Dan mereka menikah, ketika ada pada usia antara 24-27 tahun, karena alasan belum mampu secara finansial. Laki-laki cenderung malu terhadap kemampuannya jika tidak mampu menghidupi perempuan lebih baik.

Kedua, dari pihak perempuan. Berbeda dengan jaman dulu, yang pilihan jodoh ditentukan oleh orang tua. Jaman sekarang, perempuan cenderung menunda pernikahannya. Mereka seringkali menunggu setelah lulus kuliah. Sehingga, mereka juga mencari jodoh pada usia antara 22-25 tahun.

Di sinilah yang menurut saya, membuat laki-laki dan perempuan sulit menikah. Pertama, karena laki-laki ingin yang muda. Kedua, perempuan belum ingin menikah.

Siapa yang paling rugi dalam hal ini? Menurut saya, dalam hal ini, yang paling rugi adalah perempuan. Mengapa? Karena kemampuan kekuatan laki-laki lebih tahan lama daripada perempuan. Makanya jangan heran, laki-laki berumur 60 tahun pun masih bisa menikah dengan daun muda. Sebaliknya, jarang sekali ditemui, perempuan umur 60 tahun mendapatkan daun muda. Ketika perempuan sudah di atas 30 tahun, maka sudah akan jarang laki-laki yang mau meliriknya. Sebaliknya, laki-laki umur 40 tahun pun masih banyak perempuan yang tertarik. Hal ini pula yang membuat kaum laki-laki sedikit lebih sombong.

Melihat hal ini, saya menjadi tidak heran, kalau di kolom kontak jodoh, lebih banyak perempuan yang memenuhi kolom tersebut.

Sunday, January 13, 2008

Yang Aku Khawatirkan

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Sekali lagi, bahas masalah nikah ya? Mumpung panas, jadi semua ide-ide saya tentang pernikahan bisa saya tumpahkan dari kepala saya. :D

Apa sih yang paling aku khawatirkan dalam sebuah pernikahan? Kebosanan alias Istiqamah.

Kebosanan ini tidak selalu bosan dengan istri, meskipun kebosanan dengan istri juga bisa terjadi.

Mungkin ini bisa menjadi gambaran, dulu kita SD, kemudian SMP, kemudian SMA, trus kuliah. Semuanya merupakan wujud dari usaha belajar. Namun, dalam semua proses belajar tersebut, saya tidak sampai mengalami kebosanan.

Beda dengan proses-proses tersebut yang hanya sekitar 3-6 tahun, maka nikah adalah proses belajar yang paling lama.

Mengapa saya saat ini kepikiran dengan masalah ini? Seperti biasa, kalau orang lain bilang, mungkin saya terlalu jauh mikirnya. Sebenarnya saya sedang menanyakan tentang letak sebuah ayat, yakni surat al-Furqan ayat 74:


Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.


Pertanyaannya. Mengapa, sebuah ayat yang mengajarkan tentang do'a untuk meminta istri dan keturunan yang bisa menjadi penenang hati, berada di tengah-tengah ayat-ayat yang berisi tentang istiqamah dalam hal beramal shalih? Silahkan baca surat al-Furqan ayat 70-76.


kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. {70}

Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. {71}

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. {72}

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta. {73}

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." {74}

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, {75}

mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. {76}


Sampai saat ini yang bisa saya tangkap dari ayat-ayat tersebut, istri dan keturunan yang bisa menenangkan hati sebanding dengan usaha kita untuk bersabar dan istiqamah. Jadi, bukan sesuatu yang langsung jatuh dari langit. Pertanyaannya? Bisakah saya bersabar dan istiqamah ketika sudah dalam ikatan pernikahan nanti. Mengingat, tidak menikah hanya dengan alasan untuk menjaga ibadah juga dilarang.

Sungguh hanya ALLOH yang mengetahui dengan sebenar-benarnya.

Friday, November 2, 2007

Alhamdulillah, Rasulullah Motivatorku

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Lagi-lagi, posting yang terinspirasi oleh posting yang lain , padahal posting sebelumnya belum selesai.

Melihat posting tersebut, saya jadi teringat ketika saya SMA sampai kuliah semester awal, di mana saya sering bertemu aktivis Islam muda di SMA dan kampus. Inilah kutipan yang sering saya dengar, "Rasulullah adalah suri tauladan yang paling baik", ketika muncul di forum resmi. Namun, sayangnya, ketika berdiskusi yang muncul adalah nama-nama semacam Amien Rais, Hidayat Nur Wachid, Anis Matta, dan A'Agym. Begitu pula kutipan-kutipan yang sering mereka jadikan pedoman hidup. Dengan hormat, tanpa mendiskreditkan kemampuan para tokoh tersebut, mereka tampaknya lebih dicintai daripada Rasulullah sehingga perkataan rekan-rekan terasa hanya di bibir di telingaku.

Ketidak-puasan menghinggapiku, aku pun menghindar dari rekan-rekanku saat itu, dan lebih banyak belajar Tafsir al-Qur'an dan Hadits ke Ustadz Soekamto dan Ustadz Sumardi. Sebuah pembelajaran yang membosankan, cuma 2 ayat dan 1 hadits per minggu.

Namun di situlah aku banyak termotivasi oleh al-Qur'an dan as-Sunnah, yang tidak hanya mencakup pembelajaran fiqih agama, juga fiqih hidup.

Sebagai misal, kalimat "Jangan sok suci, urusi keluargamu dulu", maka saya mengambil hikmah dari nabi Nuh dan nabi Sholeh di mana kelurga mereka durhaka. Tapi apakah itu berarti melarang mereka berdakwah?

Jika ada masalah yang sangat menyedihkan hati, aku pun membaca surat Yusuf di mana ada kisah nabi Yusuf yang dibuang ke sumur oleh saudaranya dan dijadikan budak lalu dipenjara selama bertahun-tahun, atau Nabi Ayyub yang terkena penyakit kulit sampai gak sembuh-sembuh selama bertahun-tahun; lebih berat mana cobaanku dengan cobaan nabi Yusuf dan nabi Ayyub?

Masih banyak lagi yang saya baca selain dari Al-Qur'an dan tentunya as-Sunnah sebagai bahan pembelajaran.

Alhamdulillah, untung saja Rasulullah adalah motivatorku. Bandingankan apabila saya mengambil motivator dari kalimat-kalimat bukan al-Qur'an dan as-Sunnah namun dari orang-orang yang ditokohkan semacam comment tersebut , mungkin aku sudah mati bunuh diri sejak dulu. Gimana lagi, yang dikatakan, "Orang2 besar selalu memiliki semangat yang terkekang yang dibawa dari lahir.". Bayangkan, DARI LAHIR. Berbeda dengan yang dari al-Qur'an dan as-Sunnah yang mengatakan bahwa KEPRIBADIAN BISA DIBIASAKAN. Bahkan sebelum Steven Covey mengatakannya, Rasulullah sudah memotivasi untuk istiqamah dengan amal kita. Tapi apa daya, al-Qur'an dan as-Sunnah ditinggalkan, perkataan orang lain yang dianut.

Jadi, benarkah Rasulullah suri tauladan kita? Saya sendiri belum bisa menauladani beliau, bahkan sepersepuluhnya pun belum, tapi saya ingin menjadikan apa yang beliau lakukan saat susah sebagai jawaban saat saya susah. Namun, saat gembira, tampaknya tiba-tiba saja terlupa ajarannya. Ya ALLOH ampunilah aku untuk mengambil sebagaian dan melalaikan bagian yang lain.


Oleh:
Ali Sofyan Kholimi

Thursday, July 26, 2007

Fakta Berbicara, 3 Menit Putus

Bismillah

Iklan yang saya lihat dari sebuah BUMN di bidang telekomunikasi di bagian layanan telephon CDMA-nya:

Fakta berbicara, rata-rata, orang berbicara di telephon, hanya 3 menit.


Iseng-iseng, saya beli nomor dari CDMA dari perusahaan tersebut. Sebenarnya saya sudah punya nomor CDMA yang berasal dari perusahaan saingannya yang dulunya juga merupakan BUMN. Fakta yang saya dapatkan dari hasil pemakaian selama 2 minggu dari perusahaan yang masih BUMN ini:

Pertama, ternyata pemakaian saya, rata-rata, 10 menit per panggilan telephon.
Kedua:

Fakta berbicara, rata-rata, menggunakan jasa telekomunikasi CDMA dari perusahaan yang masih BUMN ini, 2-3 menit putus.


Tentu saja iklan tersebut tidak berbohong, kalau dikatakan rata-rata orang telephon sekitar 3 menit yang diambil dari data perusahaan tersebut sendiri.

Tuesday, May 22, 2007

Demo IMF dan Operasi Software Bajakan

Bismillah

Seperti yang kita ketahui, 6 Mei kemarin diperingati sebagai hari HAKI. Di Surabaya sendiri, para polisi memperingatinya dengan mengadakan operasi besar-besaran terhadap software-software bajakan. Saya sendiri, dulunya gudang software bajakan. :D Sehingga setiap kawan-kawan yang membutuhkan software pasti tanya saya, apakah saya punya ataukah tidak. Bisa dikatakan software yang saya miliki dulu jauh lebih banyak dari punya lab, karena punya lab penuh redundansi.

Melihat reputasi saya dulu, banyak teman-teman yang tanya saya punya software ini atau itu tidak semenjak operasi besar-besaran tersebut. Ada juga yang minta diinstalkan. Sampai saat ini, ada 2 software bajakan yang masih terinstall di komputer saya, yakni OS Windows, yang hanya saya gunakan jika benar-benar penting dan partition manager (mirip partition magic, tapi aku lebih suka yang ini, toh sama-sama bajaknya) yang masih belum bisa digantikan oleh QPartition. Sisanya, bahkan di Windows saja saya pakai OpenOffice.

Karena banyak teman-teman yang tanya, maka saya sodorkan software-software alternatif, yang tentu saja mereka banyak yang tidak mau. Apabila teman saya yang minta itu bukan aktivis, saya biasanya menolak lalu diam saja. Beda lagi kalau yang minta aktivis, saya gojlok mereka. :D Lucu sekali anda ini, baru beberapa waktu yang lalu kita memprotes kapitalisme, mengkritik pemerintah SBY-JK yang pro IMF, tapi saat ini, saya menyodorkan pada anda software alternatif, agar kita tidak bergantung pada luar negeri. Tapi anda menolaknya.

Ya inilah Indonesia, tukang kritik, tapi sangat sedikit yang ingin untuk merubah diri sendiri. Lucu sekali kalau kita ingin hutang kita dibebaskan oleh IMF dan WB, sedang kita sendiri tidak mau berusaha melepaskan dari jeratan mereka. Tanpa sadar, mungkin kita sebenarnya hanyalah seorang pengemis. Jika saat ini anda belum bisa mengganti MS Windows anda di komputer anda, setidaknya, mulailah mengganti software-software bajakan anda dengan alternatif software yang lain, juga menghilangkan software-software bajakan yang tidak perlu.

Wednesday, May 9, 2007

Cerita Konyol dari Masa Lalu

Bismillah

Baru dapat cerita konyol nih dari masa lalu di negeri seberang.


Alkisah pada jaman Sultan Agung, beliau memiliki seorang tukang rumput yang sangat rajin. Pagi buta sang tukang rumput sudah berangkat untuk mencarikan rumput bagi kuda-kuda istana. Tukang rumput pun hanya akan memberikan rumput kualitas terbaik bagi kuda-kuda istana. Melihat prestasi tukang rumputnya, sebagai rasa terima kasih, Sultan Agung memberikan hadiah semangka. Hadiah semangka yang diberikan bukanlah semangka sembarangan. Menurut Sultan Agung, semangka tersebut akan bisa banyak mengubah nasib tukang rumput tersebut.

Namun, apa yang terjadi. Ternyata si tukang rumput menjual buah itu. Padahal, Sultan Agung mengisinya dengan segenggam berlian yang bisa membuatnya menjadi kaya. Apa boleh buat. Sultan Agung lalu menyimpulkan, miskin itu agaknya memang sudah suratan nasib.

Nah, dari penggalan kisah diatas, apa yang ada di pikiran kita? Apakah kesimpulan dari Sultan Agung bahwa miskin itu memang sudah suratan nasib seseorang. Apakah ketika lahir, maka sudah ada garis takdir bahwa kita akan jadi kaya atau jadi miskin..?!?

Nah, kalo gitu, kira2 anda ini punya nasib jadi kaya.. atau jadi miskin kah..?!??

Sumber: Saudara Kamal.


Jujur saja, bagiku, cerita ini tidak mendidik sama sekali. Pembunuh motivasi.

Pertama, bikin orang patah semangat. Buat apa kerja susah-susah, kalau takdirnya miskin ya miskin. Apalagi ditambahi embel-embel pertanyaan di belakang.

Kedua, memasukkan segenggam berlian ke dalam semangka? Emang semangkanya gak rusak apa?

Ketiga, memperlihatkan kebodohan sang raja. Raja yang baik tentu tidak akan memberikan berlian, apalagi secara sembunyi-sembunyi. Lebih baik beri gaji yang lebih tinggi. Kalau diberikan berlian, nantinya, jangan-jangan orang-orang malah mencurigai sang tukang kebun sebagai pencuri, tentu saja itu kalau skenarionya semangkanya dimakan. Jadi, bisa saja, dijual atau dimakan, kedua skenario tersebut malah tidak memberikan manfaat sama sekali bagi tukang rumput tersebut. Namun bagaimanapun, cerita itu kalau diubah sedikit, menjadi tes kejujuran, bukan sebagai ucapan terima kasih, cukup bagus juga. Meskipun tetap ada keanehan. :D

Wednesday, April 4, 2007

Pemuda Muhammadiyah di Wilayah Rungkut Raya Sudah Menentukan Pilihannya

Bismillah

Bukan pemimpin yang dibutuhkan dalam Muhammadiyah, mereka yang sanggup mengeluarkan sejumlah uang, menyebar orang-orangnya berkampanye, untuk mendapatkan simpati dari orang banyak agar berbaris di bawah bendera kepemimpinannya.

Pemimpin yang dibutuhkan Muhammadiyah adalah mereka yang sungguh-sungguh memiliki akhlak kepemimpinan yang tinggi. Di memiliki akhlak islami dan sekaligus Qur'ani, berjiwa bersih, jujur dan bercita-cita tinggi, cerdas, arif, sabar, harga diri, berkharisma, dan percaya diri.

Pemimpin Muhammadiyah yang demikian, niscaya akan mampu menyatukan umat Muhammadiyah dalam berjuang, menyentuh hati untuk berkorban, ditaati semua ajakan dan ucapannya.

Esok, adalah hari terakhir penyerahan daftar calon Ketua dan Anggota Formatur Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya untuk Periode 2006-2010 yang akan dipilih dalam arena Musyawarah Daerah (Musyda) XIII Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya yang akan diadakan pada akhir April 2007 ini.

Silahkan siapa saja memberi kami uang, komputer, atau yang lain. Tapi kami, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah di wilayah Rungkut Raya (Rungkut, Gunung Anyar, Tenggilis Mejoyo) telah memutuskan bagaimana kriteria orang yang layak menjadi pimpinan kami di Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah.

ALLOH lah tempat kami berserah diri.

Tulisan yang berhubungan:
Mengusulkan Calon Ketua
Tidak Memilih Calon Ketua yang Ambisius

Pernyataan yang serupa:
IRM Surabaya: Siap!!!

Tuesday, March 27, 2007

Undangannya Tidak Terlalu Tersebar.

Bismillah

Dalam suatu acara resmi multi angkatan, semisal: SYS, temu alumni; perlu sekiranya undangan ke masing-masing angkatan. Karena, tidak semua anggota angkatan tergabung ke milist induk.

Setidaknya ada 2 cara agar undangan untuk menghadiri perhelatan yang memerlukan peran serta multi angkatan bisa tersampaikan. Pertama, mengirim email permohonan ke komting masing-masing angkatan agar mengirimkan undangan ke milist angkatannya, bahwa akan ada acara yang memerlukan kepesertaan anggota angkatan sebanyak-banyaknya. Yang jelas sampai saat ini, acara itu adem ayem saja di milist angkatanku. (Update: Siang ini, 27 Maret, muncul di conference dan milist).

Kedua, menghubungi komting angkatan, agar menyebarkan undangan melalui jalur komunikasi yang lebih efektif, misal: telphon, sms atau email; karena YM kadang dianggap bukan undangan resmi; ke masing-masing anggota angkatan. Untuk melakukan hal ini, tentu saja panitia harus berani mengeluarkan sedikit pulsa untuk merayu komting angkatan, atau aktif mengirim email ke mereka. Yang jelas juga, sampai saat ini, jalur komando di atasku belum menghubungi aku sama sekali. Malah angkatan lain yang memberikan komando. :((