Tuesday, February 12, 2008

Argumenku Jelas Salah

Bismillah

Baru saja dapat wejangan dari salah satu bapakku. Ih bapakmu kok banyak banget, pakai kata salah satu? Ya, bapak memang banyak, tapi papa cuman satu. Begini kata beliau:


memakai kunci rumah orang yang ketinggalan di kantor dan dipakai masuk rumah diam-diam


Hik, menusuk hati sekali, bikin hati bimbang.

Saturday, February 2, 2008

Beda Laki-laki dan Perempuan Dalam Mencari Jodoh

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Pernah lihat kolom kontak jodoh di koran-koran. Yang menarik perhatian saya adalah bahwa jumlah perempuan yang mencari lebih banyak daripada laki-laki yang mencari.

Mengenai ini, berdasarkan pengalaman saya, mungkin disebabkan beberapa hal. Ingat, hanya berdasarkan pengalaman saya.

Pertama, dari pihak laki-laki. Laki-laki, menurut saya, cenderung mencari perempuan yang kurang lebih 3-5 tahun lebih muda. Dan mereka menikah, ketika ada pada usia antara 24-27 tahun, karena alasan belum mampu secara finansial. Laki-laki cenderung malu terhadap kemampuannya jika tidak mampu menghidupi perempuan lebih baik.

Kedua, dari pihak perempuan. Berbeda dengan jaman dulu, yang pilihan jodoh ditentukan oleh orang tua. Jaman sekarang, perempuan cenderung menunda pernikahannya. Mereka seringkali menunggu setelah lulus kuliah. Sehingga, mereka juga mencari jodoh pada usia antara 22-25 tahun.

Di sinilah yang menurut saya, membuat laki-laki dan perempuan sulit menikah. Pertama, karena laki-laki ingin yang muda. Kedua, perempuan belum ingin menikah.

Siapa yang paling rugi dalam hal ini? Menurut saya, dalam hal ini, yang paling rugi adalah perempuan. Mengapa? Karena kemampuan kekuatan laki-laki lebih tahan lama daripada perempuan. Makanya jangan heran, laki-laki berumur 60 tahun pun masih bisa menikah dengan daun muda. Sebaliknya, jarang sekali ditemui, perempuan umur 60 tahun mendapatkan daun muda. Ketika perempuan sudah di atas 30 tahun, maka sudah akan jarang laki-laki yang mau meliriknya. Sebaliknya, laki-laki umur 40 tahun pun masih banyak perempuan yang tertarik. Hal ini pula yang membuat kaum laki-laki sedikit lebih sombong.

Melihat hal ini, saya menjadi tidak heran, kalau di kolom kontak jodoh, lebih banyak perempuan yang memenuhi kolom tersebut.

Friday, February 1, 2008

Mencari Pengganti

Bismillah



Gambar di atas adalah MSI Mega Player 522 BT. Player MP3 favorite-ku, sampai kini. Sudah setengah tahun, layar player milikku tersebut rusak. Ingin ku perbaiki, kok gak ada yang bisa memperbaiki. :( Dalam jangka setengah tahun itu pula, aku berusaha mencari penggantinya, tapi belum ada yang cocok.

Kalau melihat kemampuannya, yang sangat cocok dengan kebutuhan saya, membuat saya sulit bepindah ke lain hati. :D Mungkin player tersebut hanyalah sebuah MP3 player, tanpa bisa memutar file MP4. Tapi, saya kan gak begitu butuh lihat MP4 di jalan. :D

Kemampuannya yang bikin saya jatuh cinta, adalah tombol-tombolnya yang tersedia lengkap, tanpa perlu masuk ke submenu yang menyusahkan. Terutama tombol record dan tombol A-B language training, yang di MP3 player yang lain harus masuk ke menu terlebih dahulu, kalau anda suka belajar bahasa dan mendengarkan ceramah, atau berusaha belajar yang lain, kemampuan ini sungguh mengagumkan.

Kemampuan kedua adalah bluetooth-nya, yang bisa digunakan untuk merekam suara dari HP yang juga memiliki bluetooth. Juga bisa langsung merekam dari suara dari jack audio perangkat audio video yang lain.

Hal ini yang bikin, gembar-gembor IPOD pun tidak akan membuatku jatuh hati ke IPOD.



Berusaha mencari penggantinya, hanya menemukan MSI P 560 yang setara dengan MSI Mega Player 522 BT. Kelebihan dari MSI P 560 adalah, bisa memutar file MP4. Namun dibanding MSI Mega Player 522 BT, MSI P 560 tidak mempunyai slot card tambahan serta bluetooth. Dan saya tidak suka mengorbankan kedua fasilitas tersebut dengan sebuah fasilitas mp4 player yang tidak begitu bermanfaat bagiku. :D

Dan karena aku lebih suka beli yang biasa-biasa dan murah sekalian daripada beli yang bagus tapi tidak cocok, toh sama-sama tidak cocoknya. Maka aku tidak jadi beli MSI P 560. :D

Berikut ini spesifikasi penampang MSI P 560 yang hampir sama dengan MSI Mega Player 522 BT, hampir sama kecuali slot card tambahan dan tombol untuk mengaktifkan bluetooth.



Keterangan:
1) Power ON/OFF Key
2) Menu Key
3) A-B repeat/REC Key
4) Speaker
5) Strap line hole
6) MIC
7) Display
8) Earphone Jack
9) USB Jack
10) Volume Down
11) Volume Up
12) Last /Backward
13) Play/Pause
14) Next/Forward

Ada yang punya saran?

Friday, January 25, 2008

Kemampuan Sama, Kecepatan Berbeda

Bismillah

Waktu berbincang-bincang dengan salah seorang anggota dewan penasehat dan seorang kawan baik, 23 Desember lalu di kampus, dapat nasehat bagus dari sang anggota dewan penasehat.


Ngapain kamu nggak pedhe. Apa yang orang lain lakukan, bisa kamu lakukan. Bedanya, kamu memerlukan waktu yang lebih lama.

Memilih Berdasar Aqidah

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Perlu dicatat, hal di bawah ini belum pernah terjadi pada saya.

Studi kasus pertama:
Ada seorang cewek tidak berjilbab yang naksir aku.
"Mas, kamu mau menikahi aku?"
Jawabku, "Aku suka seseorang yang pakai jilbab."
Jawabnya, "Nanti aku kalau sudah jadi istri mas, aku akan pakai jilbab."
Tanyaku, "Mengapa tidak kamu mulai dari sekarang saja?"
Jawabnya, "Kan mas belum jadi suamiku."

Studi kasus kedua:
Ada seorang cewek tidak berjilbab yang naksir aku.
"Mas, kamu mau menikahi aku?"
Jawabku, "Aku suka seseorang yang pakai jilbab."
Jawabnya, "Kan jilbab itu gak wajib"
...

Studi kasus ketiga:
Ada seorang cewek tidak berjilbab yang naksir aku.
"Mas, kamu mau menikahi aku?"
Jawabku, "Aku suka seseorang yang pakai jilbab."
Jawabnya, "Nanti aku kalau sudah jadi istri mas, aku akan pakai jilbab."
Tanyaku, "Mengapa tidak kamu mulai dari sekarang saja?"
Jawabnya, "Karena aku masih belum bisa lepas dari ortuku."

Dalam studi kasus di atas, ketiga orang itu tidak mau berjilbab. Namun, ketika aku bertemu studi kasus yang pertama, jelas orang itu langsung aku coret dari daftarku. (sombong banget) Lho, kenapa? Karena dia melaksanakan atau tidak melaksanakan, bukan karena mempunyai pemahaman yang berbeda. Tapi dia melaksanakan atau tidak melaksanakan, dengan syarat orang lain. Hal ini sangat berhubungan dengan aqidah. Ketika sebuah ibadah sudah mampu dilaksanakan tanpa ada yang menghalang-halangi, yang berarti saat itu, dia mengalami kondisi yang paling mudah untuk merubah diri, namun dia tidak mau berubah, perlu dipertanyakan niatnya. Atas dasar apa dia ingin berubah? Sesungguhnya amal itu berdasarkan niatnya.

Bagaimana dengan studi kasus kedua dan ketiga. Diskusi-diskusi selanjutnya akan sangat menentukan. Yang jelas, aqidah harus diutamakan.

Perangkat Lunak Bagus

Bismillah

Dari Yudha, Semoga ALLOH selalu menyayanginya (Soalnya, kalau aku tulis Rahimahulloh, pasti diprotes):

Ada perangkat lunak bagus di sana.

Katanya, Laki-laki Umur 40 itu ...

Bismillah

Sebelumnya, tulisan ini adalah tulisan yang mengandung opini, tanpa ada sumber yang jelas. Tulisan ini juga muncul, karena beberapa waktu lalu lihat ada buku berjudul Misteri Umur 40 Tahun. Melihat judul buku ini, aku langsung terkejut. Belum setahun, aku mendapat nasehat ini dari ayah ibuku. Tapi, karena harus hemat, gak beli deh. :D

Menurut kedua beliau, seorang wanita, mengalami masa kejayaannya pada usia 20-30 tahun. Kecantikannya, kesuksesannya dan lain sebagainya. Berbeda dengan laki-laki, yang malah mengalami masa kejayaannya pada usia 35-45 tahun. Ini juga mungkin, yang konon katanya, rata-rata perempuan lebih cepat puber 2 tahun daripada laki-laki.

Begini nasehat kedua beliau, kamu gak akan menjadi laki-laki hingga kamu melewati ujian usia 40 tahun. Di saat itu, akan banyak wanita muda yang menyukaimu karena ketampananmu. (absurd banget, aku saja gak ngerti tampan itu bagaimana) Di saat itu pula banyak kasus perselingkuhan. Kalaupun kamu gak selingkuh, istrimu yang akan khawatir. Di saat itu pula, banyak ujian menderamu. Ujian anak, ujian harta, dan ujian-ujian lain. Mendengar itu, aku jadi dag dig dug. Waduh, belum apa-apa kok sudah dikasih cerita syerem gini. Tapi ini yang terakhir, kalau kamu lulus dari ujian usia tersebut, tingkat kebijaksanaanmu akan berbeda.

Gak paham, sumpah gak paham. Bahkan waktu itu ku dengarkan sambil lalu. Tapi kok ya kemudian lihat judul buku itu. Karena mendengarkan sambil lalu, mungkin apa yang ku tangkap di atas bisa jadi keliru. Jadi bertanya-tanya, aku nanti kayak apa ya di usia 40 tahun.

Monday, January 21, 2008

Orang Yang Bersiwak dengan Siwak Orang Lain

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim


Dari 'Aisyah R.A., dia berkata,
"Abdurrahman bin Abu Bakar masuk ke rumah Rasulullah SAW sambil membawa siwak untuk membersihkan gigi. Rasulullah SAW melihatnya, maka aku berkata kepadanya,
'Wahai Abdurrahman, berikanlah siwakmu itu kepadaku'.
Maka dia memberikannya kepadaku. Aku patahkan ujungnya dengan gigiku, lalu aku kunyah. Setelah itu aku berikan kepada Rasulullah SAW, dan beliau membersihkan giginya dengan siwak itu sambil bersandar di dadaku."


Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari di Kitab Sholat Jum'at dari Shahih Bukhari. Adapun, Abdurrahman adalah saudara dari 'Aisyiyah.

Jujur saja, aku tadi sempat meneteskan air mata ketika membaca ulang hadits ini dan mengingat kembali penjelasan Ustadz Soekamto di kajian pagi sebelumnya.

Sebenarnya ada 3 hikmah yang terkandung dari hadits ini. Pertama, sesuai yang tercantum dalam judul bab, Imam Bukhari menunjukkan, bolehnya memakai siwak orang lain. Kedua, menunjukkan, bolehnya bersiwak sewaktu-waktu, walaupun tidak sholat. Ketiga, menunjukkan bagaimana hidup dalam berkeluarga, yang ditunjukkan oleh keluarga Rasulullah.

Mengingat penjelasan yang terakhir inilah yang sempat membuat aku meneteskan air mata ketika sedang mengingat kembali penjelasan hadits tersebut, padahal aku tertawa ketika mendengarkan penjelasan Ustadz Soekamto pada waktu kajian beliau.

Lihat saja, bagaimana perhatian 'Aisyah terhadap Rasulullah, yang tahu beliau ingin bersiwak, sehingga siwak saudaranya dimintakan, juga sudah disiapkan oleh 'Aisyah agar bisa langsung dipakai.

Lihat juga ketika Rasulullah, langsung memakai siwak itu, meskipun itu bekas mulut 'Aisyah. Sedangkan, aku khawatir, diriku nanti ketika sudah tua, ketika sikat gigi tinggal satu yang merupakan milik istriku, kemudian istriku nanti menawariku sikat giginya untuk dipinjam, aku malah bilang, "Bekas 'gidal'-mu gitu kamu kasihkan aku." (Maaf, contoh kasar). Padahal ketika masih muda, menganggap hal ini sebagai hal yang mesra.

Lihat juga, bagaimana Rasulullah ingin bermanja kepada istrinya, meskipun ada orang lain di depannya. Yang mungkin, ketika tua nanti, aku bahkan malu hanya untuk sekedar menggandeng tangan istriku di depan umum, yang dalam pikiranku, mungkin "Kayak anak kecil saja, bergandengan tangan." Padahal ketika masih muda, aku mau menggandeng tangannya karena ingin menunjukkan, inilah istriku, kepada orang lain.

Lihat juga, bagaimana sikap 'Aisyah yang menerima keinginan suaminya yang ingin dimanja.

Aku tidak bisa membayangkan, terhadap 'Aisyah saja seperti ini. Bagaimana dengan Khadijah, yang nyatanya, Rasulullah sendiri saja jauh lebih mencintai beliau? Padahal beliau berumur 15 tahun lebih tua daripada Rasulullah. Bisakah aku seperti itu? Sebuah kemesraan yang istiqamah, walau sudah beberapa tahun usia pernikahan. Berlawanan dengan kejadian dalam anekdot pernikahan ini. Sungguh, aku iri dengan keluarga itu.

Friday, January 18, 2008

Mengapa Ada Orang Yang Susah Mati

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Sebelumnya maaf, mood untuk menulis tentang nikah sudah hilang lagi. Sekarang mood-nya lagi menulis tentang kematian. Tampaknya, mood ini muncul karena wafatnya Pak Senen dan mungkin akan wafatnya seorang tokoh besar bangsa Indonesia.

Dalam kejadian meninggalnya seseorang, mungkin kita bertanya-tanya, mengapa sih ada orang yang matinya itu susah banget, padahal sudah didoakan orang banyak agar segera wafat.? Selain itu, mati yang susah tersebut sebenarnya menyenangkan tidak sih?

Pertama, seseorang mati susah itu bukan karena malaikat mempermainkan nyawa manusia. Tapi jiwa manusia itu yang tidak mau meninggalkan jasadnya. Seperti yang tercantum dalam Surat al-An'am (6) ayat 93 berikut:


Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.


Ayat tersebut, juga memperlihatkan, betapa susahnya orang yang mati seperti itu. Bagaimana tidak susah. Supaya, bisa segera mati, malaikat sampai memukul dengan tangannya.

Pertanyaannya selanjutnya? Mengapa mereka tidak mau segera mati? Karena mereka takut mati. Lihat di Surat Qaaf (50) ayat 19 berikut:


Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.


Pertanyaan selanjutnya. Mengapa takut mati? Karena, sejak kita akan mati, kita menjadi orang yang sangat cerdas luar biasa. Kita bisa mengingat semua yang telah kita lakukan, karena tabir yang menutup mata kita terbuka. Jika sekarang kita berbuat dosa, sejam kemudian kita lupa. Maka, mungkin nanti kita akan mengingat semua kesalahan-kesalahan kita sejak kecil. Dan orang-orang yang susah mati itu tahu, bahwa dia harus tetap hidup. (Catatan: paragraf ini banyak mengandung kalimat yang mengira-ngira sendiri, karena penulis belum pernah mati). Lihat Surat Qaaf (50) ayat 22:


Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.


Wallahu'alam bish Shawwab.

Thursday, January 17, 2008

Di Mana Bumi Dipijak dan Langit Dijunjung

Di mana bumi dipijak dan langit dijunjung, di situ saya bisa disambar petir.

-ask-
Lagi kumat. :D