Showing posts with label nikah. Show all posts
Showing posts with label nikah. Show all posts

Saturday, February 2, 2008

Beda Laki-laki dan Perempuan Dalam Mencari Jodoh

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Pernah lihat kolom kontak jodoh di koran-koran. Yang menarik perhatian saya adalah bahwa jumlah perempuan yang mencari lebih banyak daripada laki-laki yang mencari.

Mengenai ini, berdasarkan pengalaman saya, mungkin disebabkan beberapa hal. Ingat, hanya berdasarkan pengalaman saya.

Pertama, dari pihak laki-laki. Laki-laki, menurut saya, cenderung mencari perempuan yang kurang lebih 3-5 tahun lebih muda. Dan mereka menikah, ketika ada pada usia antara 24-27 tahun, karena alasan belum mampu secara finansial. Laki-laki cenderung malu terhadap kemampuannya jika tidak mampu menghidupi perempuan lebih baik.

Kedua, dari pihak perempuan. Berbeda dengan jaman dulu, yang pilihan jodoh ditentukan oleh orang tua. Jaman sekarang, perempuan cenderung menunda pernikahannya. Mereka seringkali menunggu setelah lulus kuliah. Sehingga, mereka juga mencari jodoh pada usia antara 22-25 tahun.

Di sinilah yang menurut saya, membuat laki-laki dan perempuan sulit menikah. Pertama, karena laki-laki ingin yang muda. Kedua, perempuan belum ingin menikah.

Siapa yang paling rugi dalam hal ini? Menurut saya, dalam hal ini, yang paling rugi adalah perempuan. Mengapa? Karena kemampuan kekuatan laki-laki lebih tahan lama daripada perempuan. Makanya jangan heran, laki-laki berumur 60 tahun pun masih bisa menikah dengan daun muda. Sebaliknya, jarang sekali ditemui, perempuan umur 60 tahun mendapatkan daun muda. Ketika perempuan sudah di atas 30 tahun, maka sudah akan jarang laki-laki yang mau meliriknya. Sebaliknya, laki-laki umur 40 tahun pun masih banyak perempuan yang tertarik. Hal ini pula yang membuat kaum laki-laki sedikit lebih sombong.

Melihat hal ini, saya menjadi tidak heran, kalau di kolom kontak jodoh, lebih banyak perempuan yang memenuhi kolom tersebut.

Sunday, January 13, 2008

Yang Aku Khawatirkan

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Sekali lagi, bahas masalah nikah ya? Mumpung panas, jadi semua ide-ide saya tentang pernikahan bisa saya tumpahkan dari kepala saya. :D

Apa sih yang paling aku khawatirkan dalam sebuah pernikahan? Kebosanan alias Istiqamah.

Kebosanan ini tidak selalu bosan dengan istri, meskipun kebosanan dengan istri juga bisa terjadi.

Mungkin ini bisa menjadi gambaran, dulu kita SD, kemudian SMP, kemudian SMA, trus kuliah. Semuanya merupakan wujud dari usaha belajar. Namun, dalam semua proses belajar tersebut, saya tidak sampai mengalami kebosanan.

Beda dengan proses-proses tersebut yang hanya sekitar 3-6 tahun, maka nikah adalah proses belajar yang paling lama.

Mengapa saya saat ini kepikiran dengan masalah ini? Seperti biasa, kalau orang lain bilang, mungkin saya terlalu jauh mikirnya. Sebenarnya saya sedang menanyakan tentang letak sebuah ayat, yakni surat al-Furqan ayat 74:


Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.


Pertanyaannya. Mengapa, sebuah ayat yang mengajarkan tentang do'a untuk meminta istri dan keturunan yang bisa menjadi penenang hati, berada di tengah-tengah ayat-ayat yang berisi tentang istiqamah dalam hal beramal shalih? Silahkan baca surat al-Furqan ayat 70-76.


kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. {70}

Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. {71}

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. {72}

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta. {73}

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." {74}

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, {75}

mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. {76}


Sampai saat ini yang bisa saya tangkap dari ayat-ayat tersebut, istri dan keturunan yang bisa menenangkan hati sebanding dengan usaha kita untuk bersabar dan istiqamah. Jadi, bukan sesuatu yang langsung jatuh dari langit. Pertanyaannya? Bisakah saya bersabar dan istiqamah ketika sudah dalam ikatan pernikahan nanti. Mengingat, tidak menikah hanya dengan alasan untuk menjaga ibadah juga dilarang.

Sungguh hanya ALLOH yang mengetahui dengan sebenar-benarnya.

Friday, December 7, 2007

Aku Ingin Menikah Tapi ...

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Perlu diketahui, tulisan ini tidak sedang me-review buku dengan judul yang sama. Namun, bagaimanapun temanya mungkin sama. Ini hasil sms-an dengan beberapa kawan.

Yang cukup menarik, ternyata, permasalahan hati yang dialami oleh pemuda-pemudi seumuran saya dalam menghadapi permasalahan ketakutan akan pernikahan adalah hampir sama.

Pertama, miskin. Menurut hitungan saya, menikah itu hanya butuh dana sekitar 500 ribu rupiah. :D Malah syukur-syukur, kalau pak penghulu-nya bersedia tidak dibayar, paling cuma habis 200 ribu rupiah. Tinggal permasalahan mahar saja. Dan gengsi pernikahan tanpa pesta.
Ups, yang jelas, pasti bukan inilah yang dibahas. Yang dibahas pastinya kehidupan setelah nikah. Kalau suami mau bekerja dan istri mau nurut dan sabar, InsyaALLOH, kemiskinan bisa teratasi. Sudah ada beberapa contoh kok dari kawan-kawanku.

Kedua, fisik. Bagi saya, keminderan seseorang terhadap bentuk fisik, sama seperti tidak mensyukuri nikmat ALLOH atas fisik kita. Misal, ada yang merasa jelek, ada yang merasa gendut gak bisa kurus, dst.
Ada cerita, tentang seorang yang tidak punya 2 tangan, kemudian melamar cewek cantik, dan ternyata cewek tersebut menerima. Kalau gak salah jawabannya mengapa cewek itu menerima, karena dia melihat ada tanggung jawab dalam pria tersebut. Dan ternyata, meskipun tidak punya tangan dan hanya bekerja dengan kaki, mereka menjadi keluarga yang kaya. (Rasanya sumbernya TranSTV)
Semangat sajalah, fisik itu bukan segalanya, namun kemauan.

Ketiga, keluarga kurang baik. Memang ada istilah pernikahan 2 orang adalah pernikahan 2 keluarga. Kalau ini, agak susah juga jawabnya. :P Belum pernah dengar permasalahan yang kompleks sih. Aku mundur saja untuk jelasin yang ini. :P Ada yang bisa memotivasi untuk permasalahan ini?

Keempat, diri kurang baik. Ini jawaban paling gampang. Perbaiki diri sendiri.



Catatan:
Tulisan ini ditulis oleh orang yang belum nikah, namun sering diajak dialog masalah pernikahan baik oleh orang-orang yang ingin menikah, akan menikah dan sudah menikah. Jadi kebenarannya masih 50%. :D