Kalau saya ditanya, apakah mahasiswa saya cerdas-cerdas? Saya jawab, Ya. Karena pada kenyataannya, mahasiswa saya memang cerdas-cerdas. Hanya saja tidak sedikit yang "bermasalah". Kata "bermasalah" ini saya kasih tanda kutip. Sebagai misal, ada mahasiswa saya yang cukup pandai, bahkan untuk coding, sangat bagus sekali. Tapi apa yang terjadi, ketika dia memperlihatkan ke saya, sangat bagus sekali, kalau ke asisten yang menilai, di malah jelek sekali. Setelah ditelusuri, ternyata dia tidak suka kuliah di informatika, akhirnya ketika demo ke asisten, dia sengaja menjelek-jelekkan hasilnya. Lho, buat apa dia coding sebelumnya, ternyata hanya untuk menghilangkan penasaran terhadap tugas yang saya berikan. Waduh!!!
Sebagai staff pengajar, menyelesaikan permasalahan seperti ini, jauh lebih melelahkan daripada mengajar itu sendiri. Perhatian terhadap mereka dengan pendekatan personal-lah yang akan menjadikan mereka mau mengasah diri mereka lebih baik.
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Monday, May 16, 2011
Friday, January 21, 2011
Bekerja (Seolah) Di Luar Bidang - Sebuah Jawaban Untuk 3 Idiot
Ada sebuah pernyataan menarik dalam film 3 idiot. "Jika ingin mengambil MBA, mengapa harus Insinyur dulu." Salahkah hal itu? Saya jawab hal itu bukan hal yang mutlak salah.
Ada sebuah cerita menarik. Seorang lulusan fisika, diterima kerja di bank. Tahu mengapa? Karena tidak ada lulusan ekonomi (atau sedikit) yang sanggup menganalisa suatu permasalahan ekonomi dengan menggunakan sebuah rumus, yang ternyata rumus itu aslinya dari bidang fisika. Nah lho. Salah jurusan?
Film jangan dipercaya 100%. Itu saja pendapat saya. Setelah lulus dari jurusan anda, terserah anda. Mau ambil jurusan ekonomi, jurusan sejarah, atau apa saja, terserah kita. Jurusan Informatika kemudian lari ke jurusan sejarah. Salahkah? Gak salah. Apalagi anda tipe orang yang suka mata kuliah keamanan terutama enkripsi. Anda akan menemukan, mata kuliah bidang ini sangat bermanfaat untuk menerjemahkan bahasa yang telah musnah.
Ingin menjadi wirusahawan? Lulusan Informatika bisa belajar dari kuliah E-Bisnis, MPPL, Data Mining. Terutama pola pikir dari ketiga mata kuliah tadi. Suka astronomi, coba pelajari masalah-masalah di bidang multimedia, terutama Digital Signal Processing, atau Digital Image Processing, penemuan planet akhir-akhir ini melibatkan bidang tersebut karena keterbatasan lensa. Selama anda senang dengan bidang yang anda geluti, hal itu InsyaALLOH baik.
Ada sebuah cerita menarik. Seorang lulusan fisika, diterima kerja di bank. Tahu mengapa? Karena tidak ada lulusan ekonomi (atau sedikit) yang sanggup menganalisa suatu permasalahan ekonomi dengan menggunakan sebuah rumus, yang ternyata rumus itu aslinya dari bidang fisika. Nah lho. Salah jurusan?
Film jangan dipercaya 100%. Itu saja pendapat saya. Setelah lulus dari jurusan anda, terserah anda. Mau ambil jurusan ekonomi, jurusan sejarah, atau apa saja, terserah kita. Jurusan Informatika kemudian lari ke jurusan sejarah. Salahkah? Gak salah. Apalagi anda tipe orang yang suka mata kuliah keamanan terutama enkripsi. Anda akan menemukan, mata kuliah bidang ini sangat bermanfaat untuk menerjemahkan bahasa yang telah musnah.
Ingin menjadi wirusahawan? Lulusan Informatika bisa belajar dari kuliah E-Bisnis, MPPL, Data Mining. Terutama pola pikir dari ketiga mata kuliah tadi. Suka astronomi, coba pelajari masalah-masalah di bidang multimedia, terutama Digital Signal Processing, atau Digital Image Processing, penemuan planet akhir-akhir ini melibatkan bidang tersebut karena keterbatasan lensa. Selama anda senang dengan bidang yang anda geluti, hal itu InsyaALLOH baik.
Wednesday, January 12, 2011
Tugas Akhir Yang Terbengkelai
Barusan PHDComic menerbitkan stripnya yang terbaru. Strip ini mengingatkan saya pada penelitian Leif Nelson dan Tom Meyvis yang berjudul Interrupted Consumption: Adaptation and Disruption of Hedonic Experience. Dalam penelitian tersebut dijabarkan bahwa apabila kita dalam kondisi yang tidak enak, sebaiknya kita tidak menyelinginya dengan yang enak.
Dalam penelitian tersebut dilakukan dengan kelompok percobaan mendengarkan suara vacuum cleaner selama 40 detik, kemudian diselingi dengan berhenti selama 5 detik, kemudian mendengarkan suara vacuum clener lagi selama 40 detik. Kelompok kedua langsung mendengarkan suara vacuum cleaner selama 80 detik. Hasil percobaan tersebut memperlihatkan bahwa kelompok pertama jauh merasa tidak nyaman daripada kelompok kedua.
Begitu pula ketika mahasiswa mengerjakan tugas akhir. Banyak mahasiswa yang tugas akhirnya tidak terselesaikan karena begitu proposalnya diterima, dia langsung pulang kampung dan bersantai-santai. Bersantai-santai, walau hanya seminggu, kadang menyebabkan malas untuk melanjutkan mengerjakan tugas akhirnya.
Sesuatu yang menyenangkan di sini tidak hanya masalah bersantai atau berlibur. Tapi juga bekerja. Lho, kok bekerja juga termasuk menyenangkan? Iya, menyenangkan, kalau anda sudah dapat uang dan merasa sudah tidak merepoti orang tua. Saya tidak melarang bekerja, hanya jangan sampai terhanyut kesenangan akan bekerja. Karena menurut Sean Covey, dalam bukunya "The 6 Most Important Decision You'll Ever Make", pada kenyataannya yang lulus kuliah pendapatannya rata-rata 80% lebih tinggi daripada yang tidak lulus kuliah. Itu sebabnya, ada yang sudah bekerja kemudian akhirnya mengulang kuliahnya agar bisa mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi, yang itu berarti pemborosan lagi.
Saturday, May 1, 2010
Hukum Gerak Newton Tentang Mahasiswa Dalam Skripsi
Tiga hukum Newton, dikutip sebagaimana aslinya dari Wikipedia:
First Law: An object at rest tends to stay at rest, or if it is in motion tends to stay in motion with the same speed and in the same direction unless acted upon by a sum of physical forces.
Second Law: A body will accelerate with acceleration proportional to the force and inversely proportional to the mass.
Third Law: Every action has a reaction equal in magnitude and opposite in direction.
Berikut Penjelasan Tiga Hukum Newton Tentang Gerak Mahasiswa Untuk Mengerjakan Skripsi:
Penjelasan Hukum Pertama
Seorang mahasiswa yang berhenti untuk mengerjakan skripsinya cenderung akan tetap berhenti untuk mengerjakan skripsinya, atau jika mengerjakan skripsinya akan terus bergerak dengan kecepatan yang sama untuk mengerjakan skripsinya kecuali mendapat dorongan dari dosen pembimbingnya.
Penjelasan Hukum Kedua
Seorang mahasiswa akan mempercepat skripsinya dengan percepatan yang sebanding dengan dorongan dari dosen pembimbingnya dan berbanding terbalik dengan massa (beban) yang ditanggung oleh mahasiswa (contoh: motivasi dari diri sendiri (semakin termotivasi, semakin kecil beban jiwa yang ditanggung), kerja, dll)
Penjelasan Hukum Ketiga
Setiap aksi yang dikenakan pada mahasiswa akan memberikan reaksi dari mahasiswa. Contoh: Mahasiswa akan mencari alasan akan keterlambatan skripsi yang dikerjakannya apabila dosen pembimbing memberikan dorongan pada mahasiswa yang dibimbingnya.
Tuesday, January 19, 2010
Persamaan Properti dan Ilmu Kuliah
3 kemiripan rumah kosong dengan ilmu pengetahuan kita. Pertama, sertifikat diklat/kuliah identik dengan sertifikat kepemilikan properti. Kedua, tanah tempat rumah itu dibangun identik dengan otak tempat kita menyimpan ilmu pengetahuan. Ketiga, rumah yang dibangun ditanah itu identik dengan ilmu yang disimpan dalam otak kita.
Friday, December 7, 2007
Aku Ingin Menikah Tapi ...
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Perlu diketahui, tulisan ini tidak sedang me-review buku dengan judul yang sama. Namun, bagaimanapun temanya mungkin sama. Ini hasil sms-an dengan beberapa kawan.
Yang cukup menarik, ternyata, permasalahan hati yang dialami oleh pemuda-pemudi seumuran saya dalam menghadapi permasalahan ketakutan akan pernikahan adalah hampir sama.
Pertama, miskin. Menurut hitungan saya, menikah itu hanya butuh dana sekitar 500 ribu rupiah. :D Malah syukur-syukur, kalau pak penghulu-nya bersedia tidak dibayar, paling cuma habis 200 ribu rupiah. Tinggal permasalahan mahar saja. Dan gengsi pernikahan tanpa pesta.
Ups, yang jelas, pasti bukan inilah yang dibahas. Yang dibahas pastinya kehidupan setelah nikah. Kalau suami mau bekerja dan istri mau nurut dan sabar, InsyaALLOH, kemiskinan bisa teratasi. Sudah ada beberapa contoh kok dari kawan-kawanku.
Kedua, fisik. Bagi saya, keminderan seseorang terhadap bentuk fisik, sama seperti tidak mensyukuri nikmat ALLOH atas fisik kita. Misal, ada yang merasa jelek, ada yang merasa gendut gak bisa kurus, dst.
Ada cerita, tentang seorang yang tidak punya 2 tangan, kemudian melamar cewek cantik, dan ternyata cewek tersebut menerima. Kalau gak salah jawabannya mengapa cewek itu menerima, karena dia melihat ada tanggung jawab dalam pria tersebut. Dan ternyata, meskipun tidak punya tangan dan hanya bekerja dengan kaki, mereka menjadi keluarga yang kaya. (Rasanya sumbernya TranSTV)
Semangat sajalah, fisik itu bukan segalanya, namun kemauan.
Ketiga, keluarga kurang baik. Memang ada istilah pernikahan 2 orang adalah pernikahan 2 keluarga. Kalau ini, agak susah juga jawabnya. :P Belum pernah dengar permasalahan yang kompleks sih. Aku mundur saja untuk jelasin yang ini. :P Ada yang bisa memotivasi untuk permasalahan ini?
Keempat, diri kurang baik. Ini jawaban paling gampang. Perbaiki diri sendiri.
Catatan:
Tulisan ini ditulis oleh orang yang belum nikah, namun sering diajak dialog masalah pernikahan baik oleh orang-orang yang ingin menikah, akan menikah dan sudah menikah. Jadi kebenarannya masih 50%. :D
Perlu diketahui, tulisan ini tidak sedang me-review buku dengan judul yang sama. Namun, bagaimanapun temanya mungkin sama. Ini hasil sms-an dengan beberapa kawan.
Yang cukup menarik, ternyata, permasalahan hati yang dialami oleh pemuda-pemudi seumuran saya dalam menghadapi permasalahan ketakutan akan pernikahan adalah hampir sama.
Pertama, miskin. Menurut hitungan saya, menikah itu hanya butuh dana sekitar 500 ribu rupiah. :D Malah syukur-syukur, kalau pak penghulu-nya bersedia tidak dibayar, paling cuma habis 200 ribu rupiah. Tinggal permasalahan mahar saja. Dan gengsi pernikahan tanpa pesta.
Ups, yang jelas, pasti bukan inilah yang dibahas. Yang dibahas pastinya kehidupan setelah nikah. Kalau suami mau bekerja dan istri mau nurut dan sabar, InsyaALLOH, kemiskinan bisa teratasi. Sudah ada beberapa contoh kok dari kawan-kawanku.
Kedua, fisik. Bagi saya, keminderan seseorang terhadap bentuk fisik, sama seperti tidak mensyukuri nikmat ALLOH atas fisik kita. Misal, ada yang merasa jelek, ada yang merasa gendut gak bisa kurus, dst.
Ada cerita, tentang seorang yang tidak punya 2 tangan, kemudian melamar cewek cantik, dan ternyata cewek tersebut menerima. Kalau gak salah jawabannya mengapa cewek itu menerima, karena dia melihat ada tanggung jawab dalam pria tersebut. Dan ternyata, meskipun tidak punya tangan dan hanya bekerja dengan kaki, mereka menjadi keluarga yang kaya. (Rasanya sumbernya TranSTV)
Semangat sajalah, fisik itu bukan segalanya, namun kemauan.
Ketiga, keluarga kurang baik. Memang ada istilah pernikahan 2 orang adalah pernikahan 2 keluarga. Kalau ini, agak susah juga jawabnya. :P Belum pernah dengar permasalahan yang kompleks sih. Aku mundur saja untuk jelasin yang ini. :P Ada yang bisa memotivasi untuk permasalahan ini?
Keempat, diri kurang baik. Ini jawaban paling gampang. Perbaiki diri sendiri.
Catatan:
Tulisan ini ditulis oleh orang yang belum nikah, namun sering diajak dialog masalah pernikahan baik oleh orang-orang yang ingin menikah, akan menikah dan sudah menikah. Jadi kebenarannya masih 50%. :D
Subscribe to:
Posts (Atom)
