Showing posts with label ubuntu. Show all posts
Showing posts with label ubuntu. Show all posts

Friday, June 29, 2007

Menggunakan Projector di Ubuntu

Bismillah

Beberapa waktu yang lalu, laptop 'bos' di Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Surabaya migrasi ke Ubuntu . Untuk laptop yang ini, sebenarnya beliau juga minta agar bisa disambungkan ke projector. Namun, karena beberapa kendala, saya tidak sempat melakukannya. Sampai saat ini, agak sedih takut mengecewakan yang punya tuh laptop. Nyaranin pake Linux, tapi kok kebutuhan penting gak jalan. Yang penting bisa buat presentasi dan nge-print.

2 Jum'at yang lalu, bosku di Lembaga Pustaka dan Informasi Muhammadiyah Daerah Surabaya, minta komputernya di ganti Ubuntu pula. Sialnya, gagal total. :(( Tampaknya, waktu itu karena dvdrw burnerku lagi ngaco, sehingga cd installer ubuntu yang aku pakai juga ngaco. Mengenai burning CD ini, menurut pengalamanku ketika nge-burn berbagai file ISO Linux, file ISO-nya Linux, harus di burn dengan maximal speed 4x agar bisa dipakai di semua cdrom. Sayangnya, DVDRW burner-ku hanya sanggup sampai minimal 8x. :(

Oke, sekarang cerita 2 hari yang lalu. Laptop-nya Pemuda Muhammadiyah Surabaya juga minta diganti Ubuntu. :D Install sana-sini, selesai. Sama seperti permasalahan dengan 'bos' Dikdasmen, laptop ini gak bisa menampilkan warna-warni desktop-nya di projector. :((

Untungnya, sekretaris Pemuda, yang biasanya luntang-luntung bawa tuh laptop, menyerahkan tuh laptop plus, aku juga dibawain sebuah projector untuk dibawa pulang. Yahuuu, eksperimen nih. :D Inilah hasil eksperimennya.

Pertama buka file konfiguras Xorg:

vim /etc/X11/xorg.conf


Pada section device, tambahkan device baru yang mendefinisikan external monitor port:


Section "Device"
### Nama Identifier bebas tapi harus konsisten dengan yang di bawahnya nanti
Identifier "External Port"
Driver "i810"
Option "MonitorLayout" "TV,LFP"
Option "FlipPrimary" "True"
Option "TVStandard" "NTSC"
Option "TVOutFormat" "SVIDEO"
Option "ConnectedMonitor" "TV"
Option "Clone" "True"
BusID "PCI:0:2:0"
EndSection


Kemudian pada section monitor, tambahkan monitor baru:


Section "Monitor"
Identifier "Projector"
HorizSync 30-50
VertRefresh 60
EndSection


Terakhir, sambungkan port dengan monitor, dengan menggunakan section screen. Taruh di bawah section monitor.


Section "Screen"
Identifier "Projector View"
Device "External Port"
Monitor "Projector"
DefaultDepth 24

SubSection "Display"
Depth 24
Modes "1024x768" "800x600" "640x480"
EndSubSection
EndSection


Selesai. Simpan konfigurasinya, kemudian restart XServer-nya dengan menekan tombol [Ctrl]+[Alt]+[Backspace].

That's all folks, semoga bermanfaat juga bagi TA'ers yang saat ini menggunakan Ubuntu Feisty. Target selanjutnya, membenahi kembali laptopnya dikdasmen dan ngelobi ulang bosku, bos Lembaga Pustaka. :D Ayo, Linuxisasi segenap Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya.

Referensi:
Ubuntu Forum:: How To: Svideo / Dual Monitor(xinerama) / Dual Monitor(cloned desktop) on i945


Oleh:
Ali Sofyan Kholimi

Monday, June 11, 2007

Cara Instalasi Ubuntu di Komputer Berdaya Rendah

Bismillah

Kemarin dapat perintah dari "bos"-nya Dikdasmen PD Muhammadiyah Surabaya. "Anak Buah Instalkan saya Ubuntu, buang tuh Jendela(TM)." "Siap Bos!"

Oke back-up dulu datanya. Done.

Ubuntu, tampaknya sedikit meniru Knoppix, lihat dulu, baru install. Ide bagus untuk orang yang mau coba-coba. Cuman bedanya dengan Knoppix, Ubuntu gak bisa install langsung tanpa perlu lihat-lihat. Alhasil, karena komputer "Bos" cuma mempunyai memori 256 MB, yang belum lagi terkurangi oleh VGA-nya. Ubuntu Live berjalan cukup lambat.

Boot pertama, Ubuntu Live gak bisa jalan. Terlalu lambat. Oke, tekan tombol reset, eits, tunggu dulu, laptop kan gak ada tombol reset, terpaksa deh tekan tombol ON/OFF. :D Ganti boot Ubuntu Live dengan mode Safe Mode VGA

Oke Ubuntu Live sudah dalam kondisi siap pakai, kemudian, aku klik tombol install itu. 1 Jam, 2 jam, 3 jam, meniru SpongesBob, 5000 tahun kemudian. Sial hanya keluar jendela-nya tanpa ada penampakan lagi, padahal komputer masih terus beraktivitas. Tekan tombol reset lagi, maksudku ON/OFF lagi. :D

Ada beberapa kemungkinan yang aku duga terhadap lemotnya laptop ini:
1. Di boot awal Ubuntu, ada tulisan "bla bla bla ... Bios Error ... Bla bla bla"
2. DVD Rom yang soak, karena sebelumnya, aku gagal mengkopi dari DVD ke HD nih Laptop.
3. Kurang memori.

Oke, alternatif kedua aku coba dulu. Aku ganti CDROM-nya dengan CDROM Della. Aku mencoba ulang mengkopi beberapa file ke HD. Sial, hasilnya sama, berarti bukan salah CDROM dong.

Selanjutnya, alternatif pertama aku coba, meng-upgrade Bios. Browsing di website-nya Axioo, eh aku belum cerita ya kalo ini laptop Axioo. Aaaaargh, laptop ini bahkan tidak ada di daftar produk Axioo, apalagi di daftar download. Tipe ... sori lupa. Jadi, ini laptop produknya Axioo bukan sih? Alternatif 1 terpaksa tidak pernah aku laksanakan.

Oke terakhir, alternatif 3. Aku lakukan. Sedikit browsing sana, browsing sini. Inilah langkahnya.

Pertama, boot Ubuntu Live dengan Safe Mode VGA, hingga siap pakai. :D Kayak mau masak saja.

Kedua, Teken tombol [Ctrl]+[Alt]+[F1]...[F6] untuk masuk mode Console. Terserah yang mana, pilih salah satu.

Ketiga, siapkan partisi swap. Fiuh, untung ada parted. Jadi sekalian menyiapkan semua partisi.

Lihat dulu struktur harddisk dengan perintah umum:

parted print


Karena aku ingin melihat struktur partisi harddisk master, jadinya:

parted /dev/hda print


Sebelah kiri sendiri adalah nomor partisi, ini penting.

Selanjutnya hapus semua partisi di hda, dengan perintah:

parted /dev/hda rm


Kalau mau, bisa juga dengan mengubah ukuran partisi, tapi agak rumit, karena harus main hitung-hitungan dulu, dengan perintah:

parted /dev/hda resize


dengan start adalah nomor partisi yang free dan end adalah besar ukuran partisi dalam MB.

Untuk partisi, aku siapkan partisi dengan perintah umum:

mkpart


Untuk part-type diisi dengan primary, extended, atau logical. Tidak, pokoknya saya tidak mau menjelaskan apa itu primary, extended atau logical. Cari tahu sendiri. :D Sedang fs-type berisi tipe filesystem yang akan digunakan, ada: fat32, NTFS, ext2, reiserfs dan linux-swap. Sebutin yang biasa aku gunakan saja. Buat apa panjang-panjang. BTW, ada yang tidak disebutin di manual, yakni linux-extended untuk ext3.

Untuk partisi root, aku buat 20 GB dengan perintah:

mkpart primary linux-extended 1 20000


Sekarang, buat partisi swap sebesar 1 GB:

mkpart logical linux-swap 2 1000


Terakhir, buat partisi home untuk sisanya:

mkpart logical linux-extended 3 ...


Selanjutnya, karena tadinya rencananya cuma buat partisi swap, tapi sekalian dibuat partisi semuanya. Gunakan partisi swap yang sudah dibut tadi dengan perintah swapon.

swapon


Karena partisi swap ada di hda5, jadinya:

swapon /dev/hda5


Oke, sekarang kembali ke modus grafis. tekan tombol [alt]+[F7]. Dan, wuss, wuss, wuss, Ubuntu Live menjadi jauh lebih cepat jalannya. :D

Baru sekarang klik icon install, dan selanjutnya ikuti petunjuk instalasi Ubuntu.


Oleh:
Ali Sofyan Kholimi