Suhu Malang yang dingin dan hujan, serta flu yang berat, benar-benar membuat saya membutuhkan kehangatan yang sehangat-hangatnya. Dikarenakan setiap kali mandi air hangat dengan cara memasak air selalu kurang air, dan tidak tersedia setiap waktu, apalagi kalau malam-malam, maka muncullah ide untuk membuat pemanas air sendiri. Ide ini sendiri tidak murni, karena saya lupa pernah lihat dimana gitu, tapi heater-nya yang dibolongin mahal.
Pembuatannya sendiri dikerjakan oleh Mekhel. OK, ini bahannya:
- Heater, saya pakai Maspion, harganya berkisar antara 16-20 ribu.
- Solder untuk melubangi heater
- lem tembak (akhirnya tak terpakai)
- lem pipa PVC (akhirnya tak terpakai)
- amplas, untuk menghaluskan lubang yang dibuat
- kran guci, sebaiknya pakai yang kran putar tapi tidak menemukan
- selang yang kaku atau pipa kecil, sebagai lubang pembuangan, sebenarnya kran guci juga bisa digantikan dengan bahan ini (akhirnya tidak terpakai)
Pertama, buat lubang untuk kran di heater. Sebaiknya, lokasi lubang lebih tinggi daripada lokasi elemen heater dan letaknya berseberangan. Lokasi yang lebih tinggi untuk mengurangi kemungkinan air menguap sehingga heater terbakar, dan lokasi yang berlawanan agar apabila lubang yang kita buat bocor, tidak mengenai elemen listriknya. Haluskan pinggiran lubang agar tidak terjadi kebocoran, kemudian pasang kran airnya.
Beginilah hasil jadinya:
Dan setelah proses instalasi di kamar mandi:
Lumayan, tersedia air hangat sepanjang waktu untuk mengobati flu berat ini.



